Piala Dunia Kecurangan serta Kartu Merah untuk FIFA

May 28, 2015 4:20 am Published by
 Piala Dunia Kecurangan serta Kartu Merah untuk FIFA


Piala Dunia Kecurangan serta Kartu Merah untuk FIFA

Piala Dunia Kecurangan serta Kartu Merah untuk FIFA – Penegak hukum dari Amerika Serikat membuka bahwa beberapa petinggi FIFA sudah terima suap dengan keseluruhan beberapa ratus juta dolar AS, sepanjang kian lebih 20 th. yang bertujuan pada pengalokasikan turnamen serta penyusunan sistem penentuan.

Berkenaan dengan masalah itu, seperti dilaporkan BBC, jaksa penuntut menyebutkan bahwa mereka sudah temukan lusinan skema, termasuk juga salah satunya berkenaan dengan ditunjuknya Afrika Selatan menghajat Piala Dunia 2010 lantas.

Tujuh petinggi FIFA, dari keseluruhan 14 orang yang didakwa dalam masalah ini, sudah di tangkap di Swiss pada hari Rabu (27/5/2015) pagi saat setempat. Penangkapan berlangsung mendekati Kongres serta agenda Penentuan Presiden FIFA pada hari Jumat (29/5).

” Ini betul-betul adalah Piala Dunia kecurangan serta hari ini kami memberi FIFA kartu merah, ” kata Richard Webber dari Dinas Masalah Pajak AS (IRS).

Jaksa Agung AS Loretta Lynch menuturkan bahwa dari penyelidikan selama ini beberapa petinggi teras FIFA dituduh terima suap. Korupsi itu diprediksikan berjalan dalam periode 24 th. serta mempunyai keseluruhan kian lebih 150 juta dolar AS.

” (Mereka) Telah memakai posisinya untuk meminta suap. Mereka lakukan ini berkali-kali, th. untuk th., turnamen untuk turnamen. Mereka sudah mengakibatkan kerusakan usaha sepakbola dengan cara global untuk kebutuhannya serta memperkaya diri sendiri, ” sebut Lynch.

Salah satu yang memperoleh dakwaan dalam masalah ini yaitu bekas wakil presiden FIFA Jack Warner. Ia dituding memperoleh suap sebesar 10 juta dolar AS dari pemerintah Afsel untuk Piala Dunia 2010.

Disamping itu Swiss juga sudah buka penyelidikan terpisah pada sistem bidding Piala Dunia 2018 di Rusia serta 2022 di Qatar. Kepolisian Swiss menyampaikan mereka akan ajukan pertanyaan pada 10 anggota Exco yang berperan serta dalam sistem voting itu.

” (Ini) Awal, bukanlah akhir, dari investigasi, ” tutur Plt Jaksa AS Kelly Currie.

Categorised in:

This post was written by kijang

register